Monday, August 17, 2015

17.8.15

“Kalau impian kamu tidak dapat membuat mu bangun tengah malam dan bersujud untuk bertahajud. Maka, sepertinya impianmu itu tak begitu penting” -Anonim-  

LOGIS

Itu adalah kata yang muncul pertama kali ketika saya membaca kalimat di awal paragraf ini. Impian katanya sesuatu yang penting. Begitu penting sampai dapat menguras tenaga, pikiran, bahkan mungkin “materi”. Dibalik semua hal yang terkuras itu terselip sebuah Doa. Doa kepada sang pencipta. Doa sering kali hanya menjadi sesuatu yang terselip bagi saya. Bukan menjadi bagian utama dari segala usaha itu. Padahal dibalik segala usaha ada Allah yang ikut serta.

Saya jadi berpikir…
Apa mungkin impian saya penting ?

Karena kalau penting harusnya saya benar-benar meminta. Benar-benar sebegitunya berdoa. Benar-benar bisa terbangun tengah malam dan bersujud untuk bertahajud setiap malam.

Karena kalau penting. Mana mungkin doa hanya menjadi sesuatu yang terselip.

Jadi ? Apa sebegitu pentingkah impian saya ?

Saya
Mas Wahono

Sunday, May 31, 2015

Terima Kasih Tembakau

Wuss… *tiup-tiup debu yang sudah bertebaran di blog

Selamat Sore, Selamat Hari Tanpa Tembakau.

Hari ini dunia sosial media kita diramaikan oleh dua tagar yang bertentangan #HariTanpaTembakauSedunia dan #TerimakasihTembakau. Ada apa sebenarnya dengan tembakau ? entahlah.

Sunday, December 7, 2014

Fathia, Bryan, Amer

Besok tiga teman saya akan Seminar Hasil. Ada perasaan senang, tapi  tentu ada lebih banyak lagi perasaan iri bahkan mungkin sedih. Karena saya tidak bisa mengikuti jejak mereka tahun ini. Mengikuti jejak mereka untuk bersama-sama mengikuti Seminar Hasil.

Tapi…., ya sudahlah. Ini memang akibat karena saya tidak berusaha sedikit lebih keras lagi.